Kamar Mandi Lembab? Ini Solusinya!

Ruangan di rumah yang paling sering lembab dan basah adalah kamar mandi. Pasalnya, ruangan ini selalu terkena air dan pencahayaannya pun selalu minim. Jadi tidak heran bila kamar mandi atau toilet menjadi lembab dan berjamur.

Hal ini tidak hanya terjadi pada kamar mandi yang berada di rumah lama saja. Pada toilet kamar mandi terbaru pun masalah kelembaban dan jamur bisa saja terjadi. Jika tidak segera diatasi, beberapa penyakit akan muncul. Salah satunya gangguan pernafasan karena adanya bakteri Mycobacterium tuberculosis dan streptococcus. Tidak mau, kan, hal itu terjadi pada keluarga Anda?

Maka dari itu, kami akan memberikan beberapa tips yang bisa Anda coba untuk mengatasi kamar mandi dan toilet yang lembab. Simak yuk!

Biarkan sinar matahari masuk

Walau Anda memiliki toilet kering terbaru, tetap saja tidak selalu terlihat kering seperti saat awal pemakaian, kan? Nah, seringlah membuka jendela dan biarkan cahaya matahari masuk. Bagaimana jika tidak ada jendela? Siasati dengan membuat jalur masuk cahaya melalui plafon seperti plafon skylight.

Pemilihan lampu downlight yang tepat

Prinsip dari pencahayaan dengan lampu downlight ini memfokuskan sebaran cahay agar menghasilkan intensitas cahaya yang lebih tinggi sehingga area bagian bawah ruangan lebih terang. Ada beberapa jenis lampu downlight, yaitu lampu downlight slim, lampu downlight outbow dan inbow, serta lampu downlight spot. Untuk plafon rendah, gunakan warna lampu teduh seperti oranye, merah, dan kuning. Sedangkan untuk plafon tinggi, gunakan warna yang lebih dingin.

Gunakan lampu anti embun

Dengan menggunakan lampu ini, kamar mandi dan toilet Anda akan terhindar dari proses pengembunan. Karena dengan adanya embun, dapat menyebabkan cahaya lampu menjadi buram dan pencahayaan tidak maksimal. Maka kamar mandi pun cenderung gelap dan lembab.

Gunakan exhaust fan

Salah satu solusi kamar mandi lembab ialah menggunakan exhaust fan. Biasanya, jenis exhaust fan yang sering dipakai ialah tipe sirocco, yaitu exhaust fan dengan penghisap seperti AC. Tapi jika tidak memungkinkan, pasanglah tipe baling-baling. Perhatikan jarak antara atap dengan plafon. Sebaiknya, jarak minimal sebesar 1,5 meter dan atap memiilki ventilasi untuk mengalirkan udara hasil buangan exhaust fan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *