Dokter Abbi Angkasa Perdana Bikin Startup Kandang Rakyat Digital

Sosok ini disebut Abbi Angkasa Perdana Darmaputra. Beliau masih berusia sekitar 34 tahun, Abbi, yang terdaftar sebagai doktor di luar negeri, lebih suka membangun startup Digital Kandang Rakyat. Abbi mengatakan dia membuat aplikasi ini dengan dukungan IoT, juga dikenal sebagai Internet of Things, yang saat ini menjadi tulang punggung dari hampir setiap area bisnis. Sederhana saja, TemanBaik, ia hanya berinovasi pakan ayam agar lebih terencana dan mampu menghemat dana petani.

Permintaan dari pertanian populer sebenarnya adalah biaya pakan yang tinggi. Biasanya hingga 70 persen dari biaya operasi dapat digunakan. “Dengan masalah itu, saya mencoba berinovasi dengan peningkatan kabinet yang semuanya dapat diikuti melalui koneksi internet,” kata Abbi. Dia mengatakan platform Digital People’s Cage masih sedang dikembangkan di lingkungannya sendiri. Kebetulan, dokter, yang lulus dari University of Melbourne, saat ini sedang menilai peternakan broiler bekerja sama dengan petani kecil.

Mengapa Abbi membuat kandang digital? Menurutnya, semua menyatakan keprihatinan tentang peternak ayam yang sulit bersaing dengan perusahaan besar. Selain TemanBaik, mereka juga harus segera bersaing dengan ayam impor dari Brasil, yang harganya jauh lebih murah. Seperti yang Anda ketahui, WTO telah secara resmi menyetujui apakah ayam dari negara Samba dapat memasuki negara.

Konsumsi ayam di Indonesia mencapai 60 juta per minggu. Ini berarti bahwa pasarnya bagus, tetapi peternak kecil dengan jumlah hewan dari 1500-3.000 masih sulit bersaing karena biaya operasional yang tinggi. Jadi saya membuat solusi ini sehingga ayam lokal dapat bersaing di tingkat global, katanya. Dia merinci, Digital People’s Coop sebenarnya adalah solusi terbaru untuk mengajak peternak ayam menjadi lebih sejahtera dan kompetitif. Sayangnya, biaya pengembangan

Platform ini cukup mahal, TemanBaik, yaitu sekitar 500 juta RP untuk memantau 7500 ayam. Sebagai pemula dan mitra, saya berharap kita dapat memperoleh dana yang lumayan dari banyak pihak untuk membangun platform yang satu ini. Biayanya cukup mahal karena sebenarnya ada banyak petani di negara kita, jelasnya. Pengusaha ini, yang telah mengikuti pelatihan praktis, mengatakan bahwa sejak lulus dari University of Melbourne, ia tidak tertarik memasuki dunia perawatan kesehatan. Anda ingin tahu kenapa? Katanya sih karena hasratnya di dunia ayam.

Ketika saya di sekolah dasar, saya sering tidur di sebelah gerobak ayam di pasar. Karena ayah telah meninggalkan perdagangan ayam kecil di pasar tradisional. Tidak mengherankan ketika memilih perusahaan dengan mitra bisnis, pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *